Cara Budidaya Kubis Organik Dengan Teknologi Nasa

Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim. PT. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas serta memelihara kelestarian lingkungan (K-3). Sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas (globalisasi ).

Jual Paket Budidaya Kubis Organik Nasa

paket budidaya kubis organik

ISI PAKET :

1 botol SUPERNASA 250 gram

1 botol POWER NUTRITION 250 gram

1 botol PUPUK ORGANIK CAIR NASA (POC NASA) 500 ml

1 botol HORMONIK 100 ml

1 botol GLIOCLADIUM 100 gram

1 botol PESTONA 500 ml

1 botol AERO A810 250 ml

Harga 1 Paket Rp 328.000

Berat 2800 gram

Info Pemesanan Via Tlp/WA 08222 999 1759

 

FASE PRA TANAM

1. Syarat tumbuh

Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun

Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 m d.pl. ke atas, curah hujan hujan cukup dan temperatur udara (15- 20) Celcius.

Jenis tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur ringan atau sarang serta pH 6 – 6,5.

2. Pengelolaan Tanah dan Air

Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll. dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos

Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman

3. Persiapan Lahan

Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30 cm

Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2 ton/ha jika pH < 5,5 dengan cara tanah dan kapur diaduk rata dan dibiarkan 2 minggu

Siramkan pupuk SUPERNASA atau POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m².

Jika tersedia pupuk kandang dapat diberikan kira-kira 0,25 – 0,5 kg per lubang tanam

Cara Budidaya Kubis Organik Menggunakan Pupuk Nasa

Cara Budidaya Kubis Organik

FASE PERSEMAIAN

Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1 dan ditambah 100 gr (1 sachet) Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang

Benih direndam dalam air hangat + POC NASA dosis 2 cc/lt air selama 0,5 – 1 jam lalu diangin-anginkan

Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu ditutup daun pisang selama 3-4 hari

Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki

Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor

Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00

Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserang.

Cara Budidaya Kubis Organik Agar Berbuah Besar

cara budidaya kubis organik

FASE TANAM

1. Jarak tanam.

Jarak tanam jarang 70 x 50 cm atau jarak tanam rapat 60 x 50 cm

2. Bibit.

Bibit yang telah berumur 3 – 4 minggu memiliki 4 – 5 daun siap ditanam

3. Pemupukan.

Pupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha TSP, 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl.

Pupuk dasar dicampur secara merata lalu diberikan pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

4. Cara tanam

Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam

Pilih bibit yang segar dan sehat

Tanam bibit pada lubang tanam

Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya

Bila bibit disemai pada polibag plastik, keluarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam

Bila disemai dalam bedengan ambil bibit beserta tanahnya sekitar 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran)

Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah

Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat dengan cara tanam : 2 baris kubis 1 baris tomat. Tomat ditanam 3 atau 4 minggu sebelum kubis.

Cara Budidaya Kubis Organik Dengan Pupuk Organik Nasa

cara budidaya kubis organik

FASE PRA PEMBENTUKAN CROP (0 – 49 HARI )

Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari

Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl

Penyemprotan POC NASA 3 – 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1 tutup/tangki dilakukan setiap 7-10 hari sekali.

Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu

Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal

Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Ulat crop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat crop bergaris (Hellula undalis, F.)

Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau

Pengendalian; kumpulkan dan musnahkan secara mekanik, sanitasi lingkungan.

Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.

FASE PEMBENTUKAN CROP (50-90 HARI)

Penyemprotan POC NASA 3 – 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1 tutup/tangki dilakukan setiap 7-10 hari sekali.

Penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampai kira-kira satu minggu sebelum panen

Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu; Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat crop kubis (C. binotalis), biasanya Pebruari- Maret

Serangan hama menjelang panen tidak perlu dikendalikan (secara kimia)

Untuk pencegahan serangan hama lebih baik semenjak awal tanam rutin disemprot PESTONA dan jika terjadi serangan hama dapat digunakan PENTANA + AERO 810.

PANEN DAN PASCA PANEN

Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari

Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun crop terluar pada bagian atas crop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, crop bagian dalam sudah padat.

Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi crop

Jangan sampai terjadi memar atau luka

Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris)

Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.

 

Demikian artikel tentang “Cara Budidaya Kubis Organik Menggunakan Produk Nasa” semoga bermanfaat. Bagikan informasi ini agar bermanfaat bagi saudara atau teman kita yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *